INFO PENDIDIKAN

Kelulusan

Kelulusan adalah berkat rahmat allah semata, hasil kerja keras adik-adik , bimbingan orangtua di rumah serta guru di sekolah,... membahagiakan orangtua adalah perbuatan mulia hadiahi mereka  dengan kelulusan, ikuti jejak mereka disini,
Sony Sugema College

| Kelulusan 1990 s.d. 2012 Arsip   | Kelulusan SSC 2013 - 2014    |  Kelulusan SSC 2014 - 2015    | Kelulusan SSC 2015-2016 | Kelulusan SSC 2016 -2017 | Kelulusan 2017-2018 | Kelulusan 2018-2019 | Kelulusan 2019-2020

Testimonial Video

Penghalang Tujuan Manusia

Ketika seekor gajah dijinakkan, maka gajah diikat dengan rantai. Pawang gajah memberikan makanan dengan posisi agak jauh dari gajah. Sang gajah berusaha untuk menggapainya, akan tetapi tidak bisa karena terikat dengan rantai. Setelah gajah mulai menyerah maka pawang memberikan makanan kepada si gajah.

Kejadian yang sama diulangi esok harinya. Pawang gajah memberikan makanan dengan posisi yang agak jauh dari gajah. Dengan segala cara gajah berusaha mengambil makanan itu sekuat tenaga. Akan tetapi si gajah tetap tidak mampu menggapainya karena diikat dengan rantai. Akhirnya setelah gajah menyerah, si pawang memberikan makanan itu kepada si gajah. Kejadian ini berlangsung berulang-ulang sampai berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Lama-lama gajah cepat menyerah. Karena diulang-ulang terus, lama kelamaan gajah tidak mengambil makanan jika posisinya agak jauh jauh. Walaupun si gajah kelaparan dia tetap tidak mau mengambilnya. Si gajah berfikir bahwa dia tidak akan bisa mengambil makanan karena diikat dengan rantai. Toh nanti makanan juga akan diberikan oleh manusia.

Setelah sekian lama gajah tidak pernah berusaha mengambil makanan, tali rantai yang mengikat gajah diganti dengan tali biasa. Bahkan tiang untuk mengikat tali tadi juga tiang yang lemah. Akan tetapi si gajah tidak pernah mau pergi jauh-jauh jika diikat. Padahal tenaga gajah bisa dipakai untuk menumbangkan pohon kelapa. Si gajah hanya berfikir kalau diikat pasti tidak akan bisa pergi, karena si gajah masih mengira dia diikat dengan rantai.

Nah, hari ini banyak sekali orang-orang yang fikirannya seperti gajah tadi. Sifat gajah masih muncul di benak mereka. Misalnya, jika di suatu kampung tidak ada satupun warganya yang kuliah di perguruan tinggi, maka generasi berikutnya di kampung tersebut tidak ada yang kuliah di perguruan tinggi. Entah datangnya dari mana, terkadang di kampung tersebut ada isu-isu yang menyesatkan, misalnya untuk masuk ke perguruan tinggi, haruslah anak-anak orang kaya atau apapun, sehingga hal itu menghambat mereka untuk mencoba kuliah. Parahnya, kondisi ini berlangsung terus-menerus tanpa ada yang merubahnya, karena memang penduduknya tidak mencari informasi.

Ketika masih kuliah di ITB, saya pernah mudik naik kereta api. Di kereta api, saya duduk bersebelahan dengan mahasiswa dari perguruan tinggi swasta yang tidak terkenal. Mahasiswa ini dulunya sekolah di SMA swata yang tidak begitu dikenal. Ketika ngobrol-ngobrol mahasiswa tadi tanya ke saya,”Mas, kalau kuliah di ITB itu harus dari SMA negri ya”. Langsung saja saya jawab, “Ya enggaklah, yang penting orangya lolos test”. Dalam hati saya berfikir,”Wah mahasiswa di sebelah saya ini ketinggalan informasi banget. Pantesan dia tidak kuliah di ITB”. Mungkin ketika masih SMA, anak ini sering mendengar isu bahwa untuk masuk ITB harus dari SMA negeri, dan ini berlangsung berulang-ulang selama 3 tahun selama dia SMA. Lebih parahnya memang dari SMA itu belum ada yang berhasil masuk ITB. Jadi saya maklum, karena dia mendapatkan informasi yang salah berulang-ulang. Yang jadi masalah, kenapa anak tadi tidak berusaha mencari informasi di luar. Mungkin dia selalu berfikir,”Ngapain juga cari informasi, wong dari sekolah saya juga belum ada yang diterima di ITB.

Variasi dari kejadian ini sangat banyak, bahkan tidak terbatas. Yang jadi masalah, mungkin kita mengalami hal yang sama tanpa kita menyadarinya. Kita mungkin sedang diikat dengan tali yang lemah, tetapi kita tidak berusaha melepasnya karena kita berfikir bahwa kita tidak mungkin melepaskannya. Seperti penduduk kampung tadi yang berfikir bahwa untuk kuliah haruslah anak orang kaya. Karena mereka merasa miskin jadi mereka tidak mungkin bisa kuliah. Sebenarnya yang membatasi bukan hal apapun, kecuali fikiran mereka sendiri. Begitu juga siswa SMA yang selama 3 tahun dapat informasi bahwa yang bisa kuliah di ITB haruslah siswa dari SMA negeri. Sebenarnya fikirannyalah yang membatasi dia untuk tidak mencari informasi lagi.

Ketika siswa SMA saya tanya cita-citanya, mereka rata-rata hanya menjawab bahwa mereka ingin kuliah di jurusan anu pada perguruan tinggi anu. Mereka tidak pernah punya cita-cita yang lebih besar, misalnya ingin memiliki perusahaan mobil, ingin memiliki galangan kapal, ingin memiliki supermarket yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan sebagainya. Mereka hanya berfikir bahwa untuk bisa seperti itu mereka harus memiliki modal yang kuat. Padahal sebenarnya tidak. Banyak sekali orang yang dulunya miskin akhirnya memiliki banyak perusahaan besar. Anehnya walaupun mereka sering mendengar banyak orang miskin yang akhirnya sukses luar biasa, mereka tidak berusaha mencari informasi, bagaimana caranya agar mereka bisa sukses dengan kesuksesan yang luar biasa. Jadi sebenarnya yang membatasi adalah fikiran mereka sendiri.

Cita-cita Yang Tidak Masuk Akal

Terkadang banyak orang yang ragu-ragu dalam bercita-cita. Takut kalau cita-cita tidak tercapai nantinya sakit hati. Malah jadi frustasi. Wooow, sungguh mengerikan, padahal jika kita tidak punya cita-cita maka kita kurang bergairah dalam bekerja atau belajar. Bahkan walaupun memiliki cita-cita terkadang seseorang masih malas, hal ini disebabkan cita-citanya yang kurang tinggi. Bahasa kasarnya dia memiliki goal yang important, sehingga kurang merangsang dia untuk bekerja atupun belajar.

Misalkan, si X punya cita-cita, tahun 2012 mau mendirikan sebuah mushola, sedangkan si Y merencanakan tahun 2012 mendirikan Islamic Center. Siapa yang cita-citanya lebih tinggi? Sudah jelas si Y cita-citanya lebih tinggi. Mushola mungkin hanya perlu lahan 7m x 7m sedangkan Islamic center bisa jadi 1 atau 2 hektar. Siapa yang akan lebih sungguh-sungguh dalam bekerja? Sudah tentu si Y. Siapa yang berusaha memanfaatkan waktu luangnya untuk mewujudkan cita-citanya? Sudah tentu si Y. Jika kedua orang tadi sama-sama tidak tercapai cita-citanya, siapa yang mencapai hasil yang lebih baik? Sudah tentu si Y juga. Nah, dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa cita-cita semakin tinggi membuat kita semakin berhasil, entah cita-cita tercapai atau tidak.

Terus pertanyaannya apakah kita boleh memiliki cita-cita yang tidak masuk akal? Tentu saja boleh, yang terpenting cara mencapainya harus masuk akal. Anda bisa memecah cita-cita anda menjadi cita-cita yang kecil-kecil, sehingga anda bisa lebih mudah mencapainya. Mungkin anda harus memiliki 100 daftar cita-cita anda. Dengan cara seperti itu anda bisa mencapai cita-cita yang menurut kebanyakan orang tidak masuk akal.

Bagi anda yang ingin bergabung dengan grup motivasi di facebook, silakan masuk di SSC Bosster

Pasca Pengumuman SNMPTN

Setelah pengumuman SNMPTN, tentunya ada 3 kemungkinan, pertama yang lulus SNMPTN, kedua yang tidak lulus SNMPTN, dan yang ketiga adalah mereka yang tidak ikut SNMPTN. Banyak siswa yang gembira karena mereka lulus SNMPTN. Bahkan ada juga siswa yang begitu gembiranya, karena tidak tidak berfikir bisa lulus di SNMPTN, akan tetapi ternyata dia lulus.

Di balik semua itu ada siswa yang harus sedih karena tidak lulus SNMPTN. Ada yang langsung berfikir untuk mendaftar ke perguruan tinggi swasta, ada juga yang berfikir untuk mengulang di tahun depan. Yang lebih parah ada siswa yang sudah tidak mau berfikir lagi, karena SNMPTN jelas tidak lolos. Karena dia tidak punya visi dan misi dalam hidupnya.

Apapun yang terjadi, tidak aka nada artinya, kecuali anda sendiri yang memberi arti. Jika anda memberikan arti yang positif maka tindakan anda akan positif. Jika anda memberi arti negatif maka tindakan anda akan negatif. Jika seseorang tidak lulus SNMPTN apakah bisa memberi arti positif? Tentu saja bisa. Jika seseorang lulus SNMPTN apakah bisa member arti negatif? Tentu saja bisa.

Untuk memudahkan anda memberi arti positif pada setiap kejadian maka setiap ada kejadian, tanyakanlah hal-hal berikut
1. Apa arti kejadian ini bagi saya
2. Apa yang bisa saya syukuri dari kejadian ini.
3. Apa yang harus saya lakukan supaya
a. Saya merasa lebih baik
b. Saya menjadi lebih baik
c. Saya direstui Tuhan

Misalkan jika anda tidak lulus SNMPTN maka anda bisa membuat jawaban-jawaban sebagai berikut
1. Apa arti kejadian ini
Mungkin anda bisa memberi arti bahwa anda harus belajar lebih baik
Atau bisa juga anda memberi arti bahwa anda bunya kesempatan untuk mendaftar di jurusan yang lebih baik di tahun depan
Dan sebagainya, silakan dibuat sendiri artinya

2. Apa yang harus saya syukuri dari kejadian ini
Mungkin anda bertanya ,”Mana ada yang bisa syukuri jika saya tidak diterima?”
Pasti ada, jika anda mau berfikir. Misalnya ,”Mungkin saya memang belum siap masuk ke perguruan tinggi yang saya inginkan, jika saya diterima sekarang akibatnya nanti malah terjadi hal yang buruk, misalnya kena DO”

3a. Apa yang harus saya lakukan supaya saya merasa lebih baik
Anda bisa melakukan banyak hal supaya lebih baik, misalnya memberikan ucapan selamat kepada teman-teman yang sudah lulus. Mungkin menjelang anda memberi ucapan terasa berat, tetapi jika anda mencobanya maka setelah memberikan ucapan kepada yang lulus anda justru merasa lega. Bisa juga supaya merasa lebih baik anda memperbanyak ibadah.

3b. Apa yang harus saya lakukan supaya saya menjadi lebih baik
Bagian ini sebenarnya hampir sama dengan 3a, akan tetapi ada orang yang merasa lebih baik tetapi tidak menjadi lebih baik. Misalnya begitu tidak lulus langsung mencoba minum-minuman keras. Memang dia merasa lebih baik karena lupa dengan semua masalahnya, akan tetapi dia tidak menjadi lebih baik. Maka pastikan tindakan yang dilakukan di poin 3a membuat anda benar benar menjadi lebih baik.

Terakhir tindakan anda harus direstui oleh Tuhan. Bisa saja tindakan anda membuat anda menjadi lebih baik, akan tetapi ternyata bukan tindakan yang direstui Tuhan.

Jurus Sederhana Lolos SNMPTN

Saat ini test masuk ke perguruan Tinggi sangat banyak jenisnya. Ada test UM UGM, USM ITB daerah, USM ITB terpusat, SIMAK, UMB, SMUP, dan masih banyak test yang lainnya yang tidak saya sebutkan di sini. Banyaknya test ini memberikan berbagai dampak yang berbeda-beda bagi banyak siswa, Tapi secara umum banyak siswa yang mentalnya down atau jatuh.

Kenapa? Karena banyak siswa yang sudah ikut test berkali-kali dan tidak diterima. Akibatnya bisa ditebak, dalam fikiran siswa tersebut terlintas “Saya kelihatannya ditakdirkan untuk tidak bisa masuk PTN”. Jika lintasan fikiran itu hanya sesekali lewat, tentunya tidak jadi masalah. Akan tetapi jika lewatnya berkali-kali, tentunya ini akan jadi masalah. Apalagi jika lintasan fikiran tersebut diyakini sebagai kebenaran.

Memang, semakin banyaknya test, peluang untuk lolos sekali test semakin kecil. Hal ini sudah pasti, karena daya tampung PTN makin terbagi-bagi, sehingga peluang diterima semakin kecil. Nah untuk itulah, kita perlu kesiapan mental yang baik.

Kesiapan mental untuk menghadapi SNMPTN ini tergantung arti yang kita berikan terhadap segala hasil yang kita peroleh dari test-test sebelumnya. Kalau kita memberi arti “Saya sudah berkali-kali ikut test masuk PTN, dan saya tidak lolos. Jika saya ikut SNMPTN, kemungkinan besar tidak lolos” maka sudah dipastikan anda akan loyo ketika mengerjakan soal SNMPTN.

Jika anda memberi arti ,”Kejadiannya memang tidak baik, saya tidak lolos beberapa kali test di PTN, tetapi saya percaya bahwa saya pasti lolos di SNMPTN nanti.” Saya percaya kalau anda punya keyakinan seperti ini, 90% anda akan lulus di SNMPTN. Sayangnya pemikiran seperti ini hampir tidak dimiliki oleh setiap siswa. Bagaimana supaya kita memiliki pemikiran seperti ini ?

Coba perhatikan jika anda berfikir, “Banyak orang yang sudah jatuh mentalnya gara-gara ikut test PTN berkali-kali. Ini berarti bagus, makin banyak pesing yang berguguran sebelum bertanding. Dengan cara seperti ini maka peluang saya lulus melalui SNMPTN semakin besar.”

OK pemikiran awal boleh sama, tetapi pemikiran akhir harus berbeda. Kejadian boleh tidak baik, tetapi kita harus berfikir secara baik, dan harus bertindak secara baik. Saya percaya apa yang anda alami memang terasa berat, yaitu berkali-kali test tapi belum lolos atau mungkin anda belum ikut test apapun, sehingga hanya mengandalkan SNMPTN, sehingga anda merasa kehilangan teman yang masih senasib, karena kebanyak teman-teman sudah masuk di PTN.

Tapi sadarlah, banyak pesaing di luar sana berfikir seperti itu. Dengan demikian mental mereka tidak siap. Ini adalah peluang yang sangat bagus. Mumpung lawan-lawan merasa tidak siap. Ayo berjuang terus. Kalau kita bersungguh-sungguh maka kita pasti lolos. Karena saya adalah sebagian kecil dari peserta SNMPTN yang punya keyakinan seperti ini. Dengan banyaknya test sebelum SNMPTN banyak siswa pintar yang sudah lulus, jadi tidak menjadi pesaing saya di SNMPTN.

OK, sekian sharing dari saya. Saya ucapkan selamat kepada anda yang sudah membaca artikel ini. Mudah-mudahan anda diterima di SNMPTN, dan memperoleh pilihan yang terbaik.

Posisi Kurikulum 2013

Dalam rangka menyongsong dan menyiapkan lahirnya generasi emas Indonesia, maka Kemdikbud meluncurkan kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013. Setelah melalui perjalanan panjang dan berliku, akhirnya Kurikulum 2013 mendapatkan restu dari berbagai pihak untuk diimplementasikan. Banyak pihak yang meragukan tentang implementasi kurikulum 2013 ini. Peran dan pengalaman guru adalah kunci keberhasilan dari program ini. Dengan adanya kurikulum 2013 SSC-MSD akan turut berperan untuk siswa-siswi yang akan mempelajari materi bahan ajar kurikulum ini. Siswa-siswi akan diberikan pemahaman tentang materi bahan ajar yang menurut sebagian orang sulit diimplementasikan. Kurikulum 2013 menuntut siswa-siswi untuk berfikir secara logis dan nalar sehingga siswa harus paham bukan hanya sekedar hapal rumus ataupun menggunakan cara cepat yang selama ini populer di kalangan siswa.

Message From CEO SSC

Masuk PTN, khususnya PTN favorit akan menjadi semakin sulit karena persaingan diantara siswapun sekarang ini menjadi sangat ketat, apalagi wacana pemerintah dalam menyeleksi  SNMPTN (undangan), SBMPTN dan Ujian Mandiri PTN.

Kondisi ini memaksa, siswa SMA dan Alumni SMA Baik Jurusan IPA maupun IPS yang akan mengikuti Ujian harus mempersiapkan sedini mungkin dengan belajar Ekstra keras. Strategi belajar yang tepat menjadi penentu keberhasilan dalam tes.Untuk menjawab kondisi seperti ini LBB-Sony Sugema College Bandung dengan program-program unggulannya merupakan solusi cerdas agar UN & SNMPTN Undangan/SBMPTN dapat diraih dengan Sukses.

  • SSC sangat memahami keinginan siswa dan orang tua pada saat mendaftarkan ke bimbingan belajar.

Solusi dari Bimbel - SSC (Membangun MENTAL JUARA) :

  1. Menguatkan Hasrat dan Keyakinan Diri Untuk Sukses
  2. Membangun Kegigihan dan Pantang Menyerah
  3. Belajar dengan Guru yang berpengalaman dan Ahli di Bidangnya
  4. Belajar dengan Cara yang Tepat : Mendasar, Bertahap, dan Mandiri (MBM)

* Mendasar ( Beginning From The Basic)

            Merupakan proses pembelajaran yang ditekankan pada konsep dasar atau materi inti dalam setiap pelajaran.

* Bertahap (Step by Step)

             Merupakan proses pembelajaran yang diberikan secara sistematis dan runut dari materi yang mudah, sedang hingga sulit.

* Mandiri ( Self Directed Learning)

             Merupakan proses belajar yang diciptakan dengan tujuan menanamkan kemandirian dalam belajar, rasa ingin tahu, dan terus mencoba. Hal ini dilakukan untuk membiasakan dan mempersiapkan siswa menghadapi jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi.

 

Page 5 of 6

LBB- SONY SUGEMA COLLEGE BANDUNG

  Kantor Pusat Bandung (Informasi dan Pendaftaran)
  BIMBEL SSC (SD-SMP-SMA & Alumni IPA/IPS) :

WA Center : 0853.1888.1991 / 0819.0111.1058 (Fast Response)

1. Jl. Flores No. 9 Bdg Telp (022) 87804926

2. Jl. Buah Batu No. 126 Bdg Telp. (022) 7306837

  


 LIHAT PETA

No Rekening SSC

Pembayaran bisa melalui rekening:

Mandiri (a.n. YAYASAN SONY SUGEMA EDUKA)
Norek: 1.300.016.600.663

BRI (a.n. YAYASAN SONY SUGEMA EDUKA)
Norek: 0593.0100.0271.305

BNI (a.n. YAYASAN SONY SUGEMA EDUKA)
Norek: 2019.4000.40

Bukti transfer kirim ke: 

WhatsApp 0853.1888.1991

Informasi Lengkap Hubungi Sekretariat SSC

 

Bringitproject